Embracing Green Growth for the Future

OASA Kucurkan Rp50 Miliar untuk Bangun Pabrik Biomassa di Blora

PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) mengucurkan investasi sebesar Rp50 miliar untuk tahap pertama pembangunan industri biomassa di Blora, Jawa Tengah. CEO/Presiden Direktur Maharaksa Biru Energi, Bobby Gafur Umar, menyampaikan, kapasitas industri biomassa di Blora pada tahap pertama mencapai 5.000 ton per bulan. “Kita bidik sampai 60.000 ton per tahun pada tahap pertama ini,” kata Bobby usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Pabrik Biomassa, Jakarta, Rabu (29/11/2023).  Adapun, kapasitas produksi akan terus dikembangkan dan ditargetkan mampu menghasilkan 15.000 ton per bulan dalam dua tahun ke depan.

Bobby mengatakan Blora menyimpan potensi limbah pertanian yang sangat besar. Hanya saja, potensi itu selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak berdampak positif terhadap ekonomi di Blora. Untuk itu, OASA menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah Blora agar dapat memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini tidak pernah menjadi nilai tambah.

Bobby menuturkan, limbah tersebut nantinya akan diolah menjadi dua produk yaitu woodchip yang nantinya akan dipasok sebagai bahan co-firing untuk PLTU Rembang dan Bio-Compressed Natural Gas atau Bio-CNG. OASA sendiri sudah mulai menyusun rencana pengembangan bisnis Bio-CNG. Bob mengatakan, OASA sudah mengajak US Trade Development Agency (USTDA) untuk melakukan studi bersama untuk melanjutkan investasi lebih lanjut. Dia memperkirakan, investasi yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis Bio-CNG dapat mencapai US$100 juta atau setara Rp1,54 triliun. “Mudah-mudahan nggak lama, [semoga] tahun depan kita bisa lakukan studinya dan ini akan menjadi bahan untuk melakukan investasi lebih lanjut,” ujarnya.  Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut baik kerja sama ini, mengingat dampak positifnya terhadap perekonomian daerah. Arief mengatakan, pihaknya akan mendukung dengan menjamin pasokan suplai limbah pertanian dan perkebunan. “Selama ini kan tidak ada nilai ekonominya, nanam-nanam aja. Ini sesuatu yang akan membawa nilai tambah untuk masyarakat kami juga,” ungkapnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *