Embracing Green Growth for the Future

Emiten Favorit Cinta Laura (OASA) Garap Peluang Besar, Ada Kaitannya sama Co-Firing PLTU

Emiten favorit Cinta Laura Kiehl, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) semakin aktif ‘mengintip’ potensi dan peluang bisnis biomassa, dalam rangka memperluas jaringan bisnisnya.

Maharaksa Biru Energi sendiri merupakan perusahaan yang tengah mengembangkan bisnis energi terbarukan. Di mana Cinta Laura tercatat sebagai salah satu komisaris dan pemegang saham. Emiten ini dikendalikan oleh Bobby Gafur Umar yang juga menjabat sebagai direktur utama perseroan.

Perseroan kali ini melirik potensi pengembangan usaha berbasis biomassa di daerah Blora, Jawa Tengah. Dari potensi tersebut, perseroan bahkan sudah mulai menyusun rencana pengembangan bisnis bio-CNG (compressed natural gas) dari limbah pertanian yang berlimpah di sana, antara lain jerami, gabah, dan jagung.

Pada tahap pertama, kapasitas industri biomassa di Blora ini mencapai 5.000 ton per bulan, dan akan terus dikembangkan hingga 15.000 ton per bulan.

“Kita bidik sampai 60.000 ton per tahun pada tahap pertama ini. Belum banyak yang tahu bahwa daerah Blora ini ternyata menyimpan potensi limbah pertanian yang sangat besar,” kata Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar dikutip di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Bersama Bupati Blora Arief Rohman, Bobby baru saja menandatangani perjanjian kerja sama rencana pembangunan pabrik biomassa tersebut, di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Dijelaskan oleh Bobby, pabrik biomassa yang akan digarap OASA di daerah ini akan menghasilkan woodchip yang nantinya akan dipasok sebagai bahan co-firing untuk PLTU Rembang. Sementara produk bio-CNG rencananya akan diekspor ke Jepang. Pabrik ini nantinya akan mampu menghasilkan 5 MMCFD bio-LNG per hari, dibangun dengan investasi sekitar US$ 100 juta.

“Kami dalam proses kerja sama pengembangan dengan USTDA atau US Trade Development Agency. Targetnya, pabrik bio-CNG di Blora ini akan siap beroperasi sekitar akhir tahun 2025,” kata Bobby.

Produk tambahan dari Bio-CNG ini adalah pupuk organik kualitas tinggi, yang akan ‘kembali’ menyuburkan lahan pertanian masyarakat. “Ini akan menjaga keberlanjutan sistem pertanian dan terciptanya ekonomi sirkular,” kata Bobby.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *