Embracing Green Growth for the Future

TANPA EKONOMI HIJAU, RI BISA JADI TUMPUKAN SAMPAH & KUBURAN SATWA

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut upaya mendorong ekonomi ramah lingkungan atau ekonomi hijau merupakan keniscayaan. Jika cita-cita ini tidak tercapai pada 2045 atau tahun ketika Indonesia menargetkan menjadi negara maju, maka akan ada tumpukan sampah yang menggunung dan punahnya tumbuhan, serta satwa langka di Indonesia.Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan Indonesia, seperti negara lainnya, saat ini tengah mengalami triple planetary crisis. Tiga krisis berskala planet itu adalah perubahan iklim, polusi dan kerusakan lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati.”Dampak perubahan iklim di Indonesia berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi,” kata Suharso dalam acara Green Economy Expo di Jakarta Convention Center, dikutip Kamis, (4/7/2024).
Suharso mengatakan dampak perubahan iklim ini diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp544 triliun pada sekitar tahun 2020-2024. Perubahan iklim juga menyebabkan hilangnya sebagian wilayah daratan di Indonesia akibat naiknya permukaan laut.Selain itu, Bappenas menyebut kerusakan lingkungan akibat sampah juga semakin parah. Bappenas memperkirakan produksi sampah domestik akan mencapai 82,2 juta ton per tahun di tahun 2045. Kondisi pengelolaan sampah akan mengalami kondisi darurat hingga tahun 2045.

Sumber : CNBC Indonesia

https://www.cnbcindonesia.com/news/20240704085602-4-551642/tanpa-ekonomi-hijau-ribisa-jadi-tumpukan-sampah-kuburan-satwa

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *